√ Bonus Demografi : Ayo Siapkan Indonesia Untuk 2036 ! - Biaya Pendidikan

Bonus Demografi : Ayo Siapkan Indonesia Untuk 2036 !

Bonus Demografi Lagi

Sangat disayangkan, kesempatan emas sebuah bangsa yg akbar ini jarang menjadi perhatian, paling tidak diklaim, oleh pengambil kebijakan. Saya khawatir jika kebijakan-kebijakan yg ada tidak buat diproyeksikan buat masa kesempatan buat kemajuan Indonesia.

Puncak tenaga kerja akan melimpah ditahun 20136 ! Persiapan wajib dimulai dari SEKARANG ! (Data as at September 26, 2012. Source: United Nations World Population Prospects, Haver Analytics.)

Jaman SBY sempat terlontar Indonesia bakal menyalip German, keliru satunya lantaran adanya ?Tenaga kerja? Indonesia yg melimpah ini. Potensi ini harus disiapkan dengan Bahan Baku, Bahan Bakar, dan Lingkungan Aman. Sehingga anak-anak bangsa ini dapat berkiprah secara optimal buat memajukan bangsanya. Pernah diramalkan menyalip Jerman 2030. Http://www.Cnbc.Com/id/49069336

?Usia produktif tidak hanya usianya yg produktif namun produktivitasnya juga harus produktif. Kita wajib perhatikan total factor productivity, harus kita tambahkan dalam agenda pengembangan ekonomi. Bonus demografi harus bisa mempertinggi pertumbuhan pendapatan produk Neto sanggup lebih dari 10 persen. Kesenjangan usia yg belia berdasarkan 0-15 , & yang 60 ke atas wajib kita dekati menggunakan acara social protection, sedang yg produktif, kita harus perhatikan menggunakan pendekatan acara employment yg ditinggikan?.

Bonus Demografi

Bonus demografi merupakan syarat demografi dimana jumlah penduduk produktif melebihi jumlah penduduk yang tidak pada usia produktif. Kondisi misalnya ini nir gampang terjadi atau bahkan mampu dikatakan kesempatannya hanya sekali saja. Kondisi ini merupakan output program kontrol kelahiran bayi yang dicanangkan secara intensif tahun 1960-1970 an yaitu Program Keluarga Berencana atas rancangan pandangan baru menurut Widjoyo Nitisastro.

BonusDemografi1Salah satu konsen saya merupakan penyediaan energi dan jua sumberdaya alam buat menjadi bahan bakar & bahan baku buat generasi pekerja andal dari Indonesia! Dimana diperkirakan Indonesia akan menjadi Net Import Gas tahun 2016 dan menjadi Net Import Energi total tahun 2024 atau paling lambat 2027. Yang membuat aku galau adalah bagaimana kesiapan kita dalam penyediaan energi ini. Semoga ke 2 pemerintah sanggup membuatnya menjadi sebuah kebijakan yg ?Aman?.

Sebenernya import bahan baku bukan hal yang mengkhawatirkan lantaran yang lebih krusial menyiapkan untuk kebutuhan itu, termasuk dengan kontrak pengiriman gas seperti yg dilakukan negara lain waktu kita masih surplus gas. Artinya buat import gas perlu ?Receiving terminal? Buat proses de-gas-ing LNG.

BonusDemografiEnergiBanyak negara dapat mengimport dengan mudah karena daya beli masyarakatnya yang sanggup membeli. Dimana warga yang tangguh, pintar, cerdas & mempunyai mental kerja indah akan mendapatkan berdasarkan penjual (exportir).

Bahan standar, Bahan bakar & Bahan pangan

Strategi yang dijalankan pemerintahan kini dengan ?Membatasi? Eksport bahan mentah output tambang adalah keliru satu kebijakan cerdas buat menyiapkan ?Bahan standar? Buat energi kerja Indonesia dimasa depan. Program acara seperti ini HARUS dijalankan nantinya sang pemerintah. Dan juga buat satu bahan yang terpenting lainnya yaitu membatasi eksport bahan pangan yg mengandung kecerdasan.

SemangatPagiDongengan tentang prakiraan impor tenaga akan terjadi pernah dituliskan disini ?Siap-siap Import Energi?. Yang krusial adalah pelabuhan, termnal penerimaan gas termasuk jua menggunakan infrastruktur pengaliran & distribusinya. Kalau transportasi LNG sudah bisa dilakukan dengan truk misalnya ditulis disini, maka transportasi mirip menggunakan memakai kapal kecil semestinya dapat dilakukan buat pulau-pulau mini pada Indonesia. Selama ini kita berpikir bahwa transportasi kapal LNG mesti ukuran tanker super besar. Untuk Indonesia bukan itu yg pada[perlukan. Dengan demikian distribusi energi menjadi sangat mungkin memakai moda transportasi ini.

Nah, buat generasi muda, apa yang sudah kamu siapkan pada kondisi hidup dimana kawan seusia kerja suangat poly ?

Menjadi pengusaha, sebagai pekerja atau menjadi politisi ?

Subscribe to receive free email updates:

Get notifications from this blog