Hutan kota merupakan suatu tempat dalam kota yang didominasi sang pepohonan yang habitatnya dibiarkan tumbuh secara alami. Pengertian alami disini bukan berarti hutan yg tumbuh sebagai hutan besar atau rimba melainkan tidak terlalu diatur seperti taman. Lokasi hutan kota umumnya pada daerah pinggiran. Ini dimungkinkan lantaran kebutuhan lokasi pemukiman atau perkantoran daerah tersebut tidak terlalu akbar. Hutan kota dibentuk sebagai wilayah penyangga kebutuhan air, lingkungan alami, serta pelindung tanaman dan hewan pada perkotaan.

Fakuara (1987) menyatakan hutan kota merupakan flora vegetasi berkayu di daerah perkotaan yang memberi manfaat lingkungan yang sebesar-besarnya dalam kegunaan perlindungan, rekreasi dan keindahan lingkungan. Hal senada pula diungkapkan Samsoedin dan Subandiono (2006) tentang pengertian hutan kota yakni adalah pepohonan yg berdiri sendiri atau berkelompok atau vegetasi berkayu di daerah perkotaan yg dalam dasarnya menaruh 2 manfaat utama bagi masyarakat & lingkungannya, yaitu manfaat konservasi & manfaat estetika. Sedangkan berdasarkan Irwan (1994) mengemukakan bahwa hutan kota adalah komunitas vegetasi berupa pohon dan asosianya yg tumbuh dilahan kota atau lebih kurang kota baik berbentuk jalur menyebar atau bergerombol (menumpuk) dengan struktur meniru (menyerupai) hutan alam, menciptakan tempat asal yg memungkinkan kehidupan bagi satwa & menyebabkan lingkungan sehat, nyaman, & estetis.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2002 mengungkapkan bahwa hutan kota merupakan suatu hamparan lahan yang bertumbuhan pohon-pohon yg kompak dan rapat di dalam daerah perkotaan baik pada tanah Negara maupun tanah hak yang ditetapkan menjadi hutan kota sang pejabat yg berwenang. Luas hutan kota dalam satu hamparan kompak paling sedikit 0,25

hektar. Persentase luas hutan kota paling sedikit 10 % (sepuluh perseratus) menurut daerah perkotaan dan atau diadaptasi dengan kondisi setempat. Penunjukan lokasi dan luas lahan hutan kota didasarkan dalam pertimbangan menjadi berikut :

a. Luas daerah

b. Jumlah penduduk

c. Tingkat pencemaran

d. Kondisi fisik kota

Manfaat Hutan Kota

Nazaruddin (1996) menyatakan bahwa hutan kota memiliki manfaat-manfaat yg mampu dirasakan dalam kehidupan masyarakat perkotaan, yaitu diantaranya :

1. Manfaat estetis

Manfaat estetis atau keindahan dapat diperoleh  dari tanaman-tanaman yang sengaja ditata sehingga tampak menonjol keindahannya. Misalnya, warna hijau dan aneka bentuk dedaunan serta bentuk susunan tajuk berpadu menjadi suatu pandangan yang menyejukkan.

2. Manfaat orologis

Manfaat orologis ini penting untuk mengurangi tingkat kerusakan tanah  terutama longsor dan menyangga kestabilan tanah. Misalnya, pepohonan yang tumbuh di atas tanah akan mengurangi erosi.

Tiga. Manfaat hidrologis

Struktur akar tanaman mampu menyerap kelebihan air bila hujan turun sehingga nir mengalir menggunakan sia-sia melainkan bisa terserap oleh tanah. Hal ini sangat mendukung siklus alami air tanah sehingga bisa menguntungkan kehidupan manusia.

4. Manfaat klimatologis

Faktor-faktor iklim misalnya kelembaban, curah hujan, ketinggian tempat & sinar matahari akan membangun suhu harian juga bulanan yg sangat besar pengaruhnya terhadap kehidupan manusia.

5. Manfaat edaphis

Manfat edaphis bekerjasama erat menggunakan lingkungan hidup satwa di perkotaan yg semakin terdesak lingkungannya dan semakin berkurang tempat huniannya.

6. Manfaat ekologis

Keserasian lingkungan bukan hanya baik buat satwa, flora atau manusia saja. Kehidupan makhluk hayati di alam ini saling ketergantungan. Apabila keliru satunya musnah maka makhluk hayati lainnya akan terganggu hidupnya.

7. Manfaat protektif

Pohon dapat sebagai pelindung menurut teriknya sinar surya di siang hari. Manfaat ini sangat krusial bagi kehidupan insan sehari-hari.

8. Manfaat hygienis

Dengan adanya tanaman bahaya polusi ini mampu dikurangi karena dedaunan  tanaman mampu menyaring debu dan mengisap kotoran di udara, bahkan tanaman mampu menghasilkan gas oksigen yang sangat dibutuhkan manusia.

9. Manfaat edukatif

Semakin langkanya pepohonan yang hidup pada perkotaan menciptakan sebagian warganya tidak mengenal lagi, sebagai akibatnya penanaman kembali pepohonan di perkotaan dapat berguna sebagai laboratorium alam.

Subscribe to receive free email updates:

Post a Comment

Previous Post Next Post