A Iklim mentari

Pembagian iklim dari pada letak lintang suatu daerah pada permukaan bumi. Temperatur udara suatu tempat akan rendah jika letaknya makin jauh berdasarkan khatulistiwa. Pembagian iklimnya merupakan menjadi berikut :

Iklim surya dianggap jua iklim niscaya lantaran letak garis lintang telah pasti nir berubah-ubah. Iklim surya merupakan iklim yg penentuannya berdasarkan banyaknya sinar mentari yang diterima sang bumi. Daerah yg paling poly mendapatkan sinar panas mentari adalah wilayah yang terletak antara 0??23,5?LU dan 0??23,lima?LS.

Dengan adanya mobilitas semu mentari , wilayah ini menerima panas yg tinggi sepanjang tahun. Daerah yang letaknya semakin jauh berdasarkan katulistiwa mendapatkan panas surya yang semakin sedikit. Oleh karena itu, semakin tinggi garis lintang, daerah tadi semakin dingin.

B. Iklim koppen

Seorang pakar klimatologi dari Universitas Graz Austria, Wladimir Koppen (1918) mencoba menciptakan sistem penggolongan iklim global berdasarkan unsur-unsur cuaca, meliputi intensitas, curah hujan, suhu, & kelembapan.

Gambar 9. Iklim koppen

Klasifikasi iklim Koppen menggunakan sistem huruf. Huruf pertama pada sistem klasifikasi iklim Koppen terdiri atas lima huruf modal yg memberitahuakn karakter suhu atau curah hujan. Kelima jenis iklim tadi merupakan menjadi berikut.

1) Iklim A (Iklim tropis), ditandai menggunakan homogen-rata suhu bulan terdingin masih lebih berdasarkan 18?C. Adapun homogen-homogen kelembapan udara senantiasa tinggi.

2) Iklim B (Iklim arid atau kemarau), ditandai dengan homogen-rata proses penguapan air selalu tinggi dibandingkan menggunakan curah hujan yg jatuh, sehingga nir terdapat kelebihan air tanah dan tidak ada sungai yang mengalir secara permanen.

Tiga) Iklim C (Iklim sedang hangat atau mesothermal), ditandai menggunakan homogen-rata suhu bulan terdingin adalah pada atas -tiga?C, tetapi kurang menurut 18?C. Minimal ada satu bulan yg melebihi homogen-homogen suhu pada atas 10?C. Iklim C ditandai menggunakan adanya empat animo (spring, summer, autumn, & winter).

4) Iklim D (Iklim salju atau mikrothermal), ditandai dengan homogen-rata suhu bulan terdingin merupakan kurang dari ?Tiga?C.

Lima) Iklim E (Iklim es atau salju abadi), ditandai menggunakan homogen-rata suhu bulan terpanas kurang berdasarkan 10?C. Di daerah iklim E nir terdapat ekspresi dominan panas yang kentara.

Huruf kedua menerangkan taraf kelembapan, taraf kekeringan, atau kebekuan daerah. Untuk tipe iklim A, C, dan D alfabet keduanya antara lain:

1) alfabet f memperlihatkan lembap, ditandai dengan curah hujan cukup setiap bulan & nir terdapat trend kemarau

2) alfabet w menandai periode trend kering jatuh dalam demam isu dingin (winter)

3) huruf s menandai periode trend kemarau jatuh dalam isu terkini panas (summer)

4) huruf m memperlihatkan muson, ditandai dengan adanya trend kering yang kentara walaupun periodenya pendek.

Khusus buat tipe iklim B, huruf keduanya adalah:

1) huruf s (steppa atau semi arid), ditandai menggunakan rata-homogen curah hujan tahunan berkisar antara 380 mm - 760 mm, &

2) huruf w (gurun atau arid), ditandai menggunakan homogen-rata curah hujan tahunan kurang menurut 250 mm.

Khusus buat tipe iklim E, alfabet keduanya merupakan:

1) huruf t artinya tundra

dua) alfabet f adalah salju abadi (senantiasa tertutup es)

3) huruf h ialah iklim salju pegunungan tinggi.

Kombinasi menurut ke 2 kelompok huruf dalam sistem penggolongan iklim Koppen adalah menjadi berikut.

1) Af adalah iklim hutan hujan tropis.

2) Aw artinya iklim savana tropis.

3) Am adalah pertengahan antara iklim hutan hujan tropis dan savana.

4) BS adalah iklim steppa.

5) BW artinya iklim gurun.

6) Cw artinya iklim mesothermal lembap (iklim hujan sedang) menggunakan winter yang kering.

7) Cs merupakan iklim mesothermal lembap (iklim hujan sedang) dengan summer yang kering.

8) Cf artinya iklim mesothermal lembap (iklim hujan sedang) dan lembap sepanjang tahun.

9) Df artinya iklim mikrothermal lembap (iklim hutan salju dingin) & lembap sepanjang tahun.

10) Dw ialah iklim mikrothermal lembap (iklim hutan salju dingin) menggunakan winter yg kering.

11) ET adalah iklim tundra.

12) EF merupakan iklim kutub (senantiasa beku).

13) EH ialah iklim salju pegunungan tinggi.

C. Iklim Schmidt-ferguson

Khusus buat keperluan dalam bidang pertanian & perkebunan, Schmidt & Ferguson menciptakan penggolongan iklim spesifik wilayah tropis. Dasar pengklasifikasian iklim ini adalah jumlah curah hujan yang jatuh setiap bulan sebagai akibatnya diketahui homogen-rata bulan basah, lembap, & bulan kemarau.

Bulan kemarau adalah bulan-bulan yang mempunyai tebal curah hujan kurang dari 60 mm, bulan lembap merupakan bulan-bulan yang memiliki tebal curah hujan antara 60 mm?100 mm. Bulan basah adalah bulan-bulan yang mempunyai tebal curah hujan lebih menurut 100 mm.

Seperti halnya klasifikasi iklim menurut Vladimir Koppen, sistem klasifikasi penggolongan iklim menurut Schmidt-Ferguson menggunakan sistem huruf yang didasarkan atas nilai Q, yaitu  persentase perbandingan rata-rata jumlah bulan basah dan bulan kering.

Untuk memilih tipe iklim Schmidt-Ferguson digunakan rumus sebagai berikut.

Keterangan :

Q = perbandingan bulan kemarau & bulan basah (%)

Md =mean (rata-rata) bulan kering, yaitu perbandingan antara jumlah bulan keringdibagi menggunakan jumlah tahun pengamatan

Mw =mean (rata-homogen) bulan basah, yaitu perbandingan antara jumlah bulan basah dibagi dengan jumlah tahun pengamatan

Ketentuan menurut sistem pembagian terstruktur mengenai iklim Schmidt-Ferguson merupakan sebagai berikut.

Subscribe to receive free email updates:

Post a Comment

Previous Post Next Post