Pengaruh gempa terhadap bangunan gempa mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap bangunan sehingga hams diperhitungkan dengan benar dalam perencanaan struktur tahan gempa dengan  tingkat keamanan yang dapat diterima.

Kekuatan berdasarkan gerakan tanah dampak gempa bumi dalam beberapa tempat disebut intensitas gempa. Komponen-komponen berdasarkan gerakan tanah yg dicatat sang alat pencatat gempa accelerograph buat respons struktur adalah amplitudo, frekuensi, & durasi. Selama terjadi gempa masih ada satu atau lebih zenit gerakan. Puncak ini adalah imbas maksimum menurut gempa.

Selama terjadi gempa, bangunan mengalami perpindahan vertikal & horizontal. Gaya gempa dalam arah vertikal hanya sedikit membarui gaya gravitasi yang bekerja pada struktur yg umumnya direncanakan terhadap gaya vertikal menggunakan faktor kearnanan yg cukup tinggi. Oleh sebab itu, struktur sporadis runtuh akibat gaya gempa vertikal. Sebaliknya gaya gempa horizontal bekerja pada titik-titik yg lemah dalam struktur yg tidak relatif kuat dan akan menyebabkan keruntuhan. Oleh

Lantaran itu, perancangan struktur tahan gempa merupakan mempertinggi kekuatan struktur terhadap gaya horizontal yang umumnya nir relatif. Gerakan permukaan bumi menyebabkan gaya inersia dalam struktur bangunan lantaran adanya kecenderungn massa bangunan (struktur) untuk mempertahankan dirinya.

Besarnya gaya inersia mendatar f tergantung dari massa bangunan m, akselerasi permukaan a dan sifat struktur. Apabila bangunan dan pondasinya kaku, maka menurut hukum ke 2 newton

F = m a.

Dalam kenyataannya tidaklah demikian karena semua struktur tidaklah benar-benar sebagai massa yang kaku tetapi fleksibel. Suatu bangunan bertingkat banyak dapat  bergetar dengan berbagai bentuk karena gaya gempa yang dapat menyebabkan lantai pada berbagai tingkat mempunyai percepatan dalam arah yang berbeda-beda.

Subscribe to receive free email updates:

Post a Comment

Previous Post Next Post