JAKARTA -- Ribuan buruh akan memadati sejumlah titik di DKI Jakarta, misalnya Istana Negara, Bundaran HI, dan Patung Kuda (Monas). Diperkirakan jumlah pendemo mencapai puluhan ribu orang yg tergabung menurut wilayah Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.

"Aksi yang dilakukan besok bukan dilakukan di wilayah masing-masing saja," ujar Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, dalam acara conferensi press pada Gedung Joang 45, Senin (31/8).

Selain itu, pendemo jua akan melakukan aksi pada luar DKI Jakarta, misalnya Banten, DKI Jakarta, & Jawa Barat menggunakan tujuan aksi di pusat kantor Gubernur, Bupati, Wali Kota yg melibatkan afiliasi KSPI.

Adapun aksi ini dilakukan, karena derasnya pekerja asing menurut Cina masuk ke Indonesia. Salah satu penyebabnya merupakan penggunaan bahasa Indonesia bagi asing yang diatur Permenaker No 12 Tahun 2003, sudah direvisi sang Permenaker No 16 Tahun 2015, yg menghilangkan wajib berbahasa Indonesia.

"Kewajiban berbahasa Indonesia, sebenarnya bertujuan supaya energi asing yang masuk ke Indonesia nir terlalu deras," ucapnya.

Sekarang di Papua, Banten, dan Batam telah banyak pekerja asing yang mulai masuk ke Indonesia. Hal tersebut tentunya sangat mengancam pekerja Indonesia.

"Dampak menurut melemahnya rupiah saja sudah mengancam PHK, energi kerja Indonesia. Dari Catatan kami, hampir 100 ribu orang yg ter-PHK," katanya.

Jadi, menurut Iqbal, adanya perubahan Permenaker tadi, secara tak eksklusif menutup peluang tenaga kerja lokal. Padahal pada kondisi kini , daya beli pekerja lokal telah ambruk.

Sumber : http://www.Republika.Co.Id/berita/ekonomi/makro/15/08/31/nty1gm349-catat-ini-titik-pusat-demo-ribuan-buruh-1-september

Subscribe to receive free email updates:

Post a Comment

Previous Post Next Post