JAKARTA -- Aliansi buruh se-Indonesia akan menggelar aksi demo di wilayah DKI Jakarta, Selasa (1/9) esok. Ada tiga faktor yang menjadi penyebab aksi serempak dilakukan.

Menurut Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, 3 faktor tersebut adalah PHK, kurangnya daya beli bagi buruh, dan mudahnya orang asing bekerja pada Indonesia.

Pertama, aksi demo besok akan dilakukan lantaran 100 ribu buruh terancam terkena PHK. Beberapa jenis PHK yg dilakukan sang perusahaan merupakan lantaran pailit menurut perusahaan dan faktor pengurangan karyawan.

Untuk perusahaan yg pailit telah terjadi di sejumlah industri, di Demak, Tangerang dan Puwakarta. Sampai saat ini, angkanya sudah mencapai 60 ribu yg ter-PHK pada Indonesia.

Kemudian pengurangan karyawan, terjadi ketika dolar naik Rp 13 ribu Perusahaan nir gulung tikar, tetapi mengurangi karyawan. Biasanya hal ini terjadi pada industri padat kapital. Seperti model, yang menimpa dua pabrik elektronika pada daerah Pasuruan dan Bekasi.

Alasannya, lantaran poly industri yang menggantungkan membeli bahan standar dengan dolar. Negara bahan standar tadi, seperti Brazil dan Vietnam. "Perlu diingat sebanyak 40 % bahan dibeli menurut luar memakai dolar," pungkasnya.

Iqbal juga menambahkan, disparitas data di Dinas Tenaga Kerja dan data federasi buruh. Jika di Depnaker hanya mencatat 25.000 orang yg ter-PHK. Namun asosiasi Apindo, dan lainnya mencatat tsebanyak 50 ribu sampai 60 ribu jumlah buruh yg ter-PHK.

Perbedaan dengan krisis tahun 2008 dan tahun 2015, merupakan sekarang seluruh industri rata. Dari industri tekstil, elektronik sampai mesin terkena impak kenaikan dolar.

Kedua, daya beli buruh yang merosot sampai 30 %, hal ini berdampak pada perekonomian Indonesia. Kemudian diperparah menggunakan harga bahan utama yang tidak turun-turun. Dalam hal ini diperlukan, langkah-langkah konsolidasi & regulasi untuk mengupayakan supaya tidak terdapat ancaman PHK. Seperti menaikan daya beli buruh, dengan menaikan honor mereka.

Ketiga, mudahnya energi kerja asing masuk ke Indonesia. Karena kebijakan tenaga kerja asing pada Indonesia yg dipermudah, seperti kebijakan bagi orang asing tidak wajib berbicara bahasa Indonesia.

Sumber : http://www.Republika.Co.Id/informasi/ekonomi/makro/15/08/31/ntxsah349-ini-3-faktor-yang-menyebabkan-aksi-demo-buruh-1-september

Subscribe to receive free email updates:

Post a Comment

Previous Post Next Post