Akhir akhir ini poly media memberitakan tentang insiden kampung pulo, kira kira siapa yang galat ya?

Bila kita lihat darisisi historinya kampung pulo sudah seringkali mengalami banjir, dan hampir setiap tahun. Kok pada betah ya, Kenapa Kampung Pulo Selalu Banjir & Paling Parah Banjirnya?

Ya kentara banjir. Lebar Kali Ciliwung di daerah Bidaracina (Gang Asem, Kebon Sayur, dsb) yang lebarnya mencapai 38 meter, ketika pada Kampung Pulo menyempit hingga tinggal 6 meter saja. Artinya, yang 32 meter lagi ke mana? Harusnya sungai itu makin ke hilir makin lebar.

Sebaliknya daerah di lebih kurang Banjir Kanal Timur yg biasanya banjir, sekarang poly yang terbebas menurut banjir. Ini lantaran BKT yang lebarnya sanggup mencapai 75 meter itu begitu pada sehingga sanggup menampung air banjir pada daerah sekitarnya.

Gambar diatas Ini berdasarkan Google Map ketahuan kali Ciliwung berdasarkan lebar 38 meter menyempit pada Kampung Pulo jadi 6 meter saja. Jadi analisa wajib sahih sebagai akibatnya penyelesaiannya tepat.

Insiden kerusuhan seperti kemarin menerangkan adanya komunikasi yg baik antara pemerintah dengan warga . Sebaiknya Pemprov DKI Jakarta wajib memikirkan secara baik relokasi yg manusiawi bagi mereka yang terkena penertiban, jangan sesudah mereka pada tertibkan, malah jadi terlantar.

jadi jawaban yang tepat untuk menanggapi fenomena kerusuhan di kampung pulo  bisa masyarakat atau bisa pak gubernur dan juga bisa keduanya.

Subscribe to receive free email updates:

Post a Comment

Previous Post Next Post