Penelitian Geografi

Berdasarkan prinsip geografi, jelaslah bahwa pengetahuan geografi diperoleh melalui penelitian. Untuk melakukan penelitian dibutuhkan metode. Metode penelitian geografi bermanfaat buat memeriksa ciri Bumi dan kegiatan insan. Beberapa bentuk metode penelitian geografi menjadi berikut.

1. Studi Lapangan

Pengamatan secara eksklusif di lapangan berguna untuk mengetahui & memahami bagian atas Bumi serta aktivitas insan. Metode ini dilakukan dengan terjun langsung mengamati objek di lapangan. Dengan melakukan studi lapangan akan diketahui karakteristik spesifik bagian atas

Bumi. Gambar 2.Tiga memberitahuakn model studi lapangan, yaitu pengamatan kenaikan bagian atas air sungai di titik keluar (outlet) daerah tangkapan hujan.

Dua. Pemetaan

Metode ini dilakukan menggunakan menyeleksi berbagai informasi pada wilayah yg akan dipetakan. Seleksi menghasilkan kabar objek terpilih yang diperlukan saja sehingga bisa menggambarkan tempat, pola, & ciri unsur geografi dalam peta.

Tiga. Wawancara (Interview)

Metode ini dilakukan menggunakan mengajukan pertanyaan pada responden tentang hal-hal yg perlu diketahui. Responden diharapkan menjawab menggunakan kentara atas semua pertanyaan. Metode ini dipilih jika hal-hal yang ingin diketahui nir dapat diperoleh menggunakan metode pengamatan. Contoh: alasan penduduk permanen tinggal pada daerah rawan bencana banjir.

4. Kuantitatif

Metode kuantitatif adalah metode penelitian geografi yg menggunakan perhitungan matematika & statistika. Pengujian output penelitian yg berupa angkaangka dilakukan menggunakan bantuan personal komputer . Dengan metode ini, peneliti bisa menyederhanakan informasi yang rumit

dan output penelitian disajikan pada bentuk yg sederhana.

Lima. Penggunaan Sarana Ilmiah

Metode penggunaan sarana ilmiah pada penelitian geografi, misalnya penginderaan jauh. Penginderaan jauh bisa membantu buat mengidentifikasi dan memeriksa permukaan Bumi yang sulit dijangkau menggunakan studi lapangan. Contoh penggunaan sarana ilmiah yang berupa

teknologi penginderaan jauh ditunjukkan pada gambar dua.4. Belajar geografi tidaklah sulit. Agar mudah belajar geografi, kamu hanya memerlukan kerangka kerja dan mengenali aspek dalam geografi. Kerangka kerja geografi

Langkah penyusunan penelitian geografi

A. MASALAH PENELITIAN

Masalah dalam penelitian dapat diartikan sebagai problem utama yg ingin dijawab melalui suatu penelitian. Di pada penelitian, masalah sangat berperan dalam mengarahkan seorang peneliti buat melakukan aktivitas penelitiannya. Tanpa merumuskan masalah para peneliti dapat mengalami kebingungan, bahkan dalam pelaksanaan kegiatan penelitian maupun pada penulisan.

Dalam aktivitas penelitian, yg dapat menjadi sumber perkara merupakan adanya kesenjangan antara ?Yg seharusnya terjadi? Dengan ?Yg sebenarnya terjadi?. Dengan demikian, yang sebagai kasus merupakan ?Apa yg sebagai penyebab timbulnya kesenjangan antara yang sebenarnya terjadi menggunakan yg seharusnya terjadi?.

B. JUDUL PENELITIAN

Judul penelitian merupakan suatu bentuk masalah yg masih bersifat dunia sehingga perlu diperinci lagi. Penentuan judul sangat penting lantaran di dalam judul tergambarkan objek & subjek apa yang akan diteliti, lokasi, tujuan, & target apa yang ingin dicapai.

Beberapa petunjuk yang perlu diperhatikan untuk memilih judul penelitian:

1. Keterjangkauan

Prinsip pertama yg wajib diperhatikan merupakan bahwa judul juga objek yg akan diteliti sedapat mungkin terjangkau sang kemampuan peneliti. Kemampuan peneliti dapta berupa tingkat pengetahuan, saat yang tersedia, kesulitan memperoleh pembimbing & kerjasama menggunakan pihak lain.

Dua. Ketersediaan data

Judul yg dipilih sedapat mungkin tersedia datanya. Para peneliti akan mengalami kesulitan, apabila judul yang dipilih nir tersedia datanya.

3. Signifikansi judul yg dipilih

Yakni seberapa pentingkah suatu konflik sebagai akibatnya harus diteliti.

C. HIPOTESIS

Hipotesis adalah dugaan sementara terhadap suatu perkara yg masih perlu diuji kebenarannya. Peneliti akan mengamati suatu tanda-tanda, insiden, atau masalah yg menjadi focus perhatiannya. Sebelum menerima liputan yang benar, mereka akan menciptakan dugaan tentang gejala, insiden, atau kasus yang menjadi titik perhatiannya tadi.

Cara Merumuskan Hipotesis:

a. Hipotesis harus mendukung judul dan tujuan penelitian

b. Hipotesis wajib bisa diuji berdasarkan data realitas.

C. Hipotesis wajib bersifat khusus.

Dalam statistic dikenal 2 jenis hipotesis yakni hipotesis nol (H0) dan Hipotesis alternative (Ha).

Hipotesis Nol (H0) adalah hipotesis yang menyatakan adanya kecenderungan atau tidak adanya perbedaan atau tidak terdapat dampak antara 2 variable yg dipersoalkan.

Hipotesis alternative (Ha) adalah suatu hipotesis yang menyatakan ketidaksamaa, perbedaan atau imbas antara dua variable yg dipersoalkan.

Dalam pengujian hipotesis masih ada 2 tipe kesalahan, yaitu Tipe Kesalahan I apabila dalam pengambilan keputusan berdasarkan pada penolakan hipotesis yg sahih (yg seharusnya diterima), sedangkan Tipe Kesalahan II apabila kesimpulan berdasarkan pada penerimaan hipotesis yang galat (yang seharusnya ditolak).

Probabilitas buat terjadinya kesalahan disebut dengan ?Taraf Signifikan? Atau disimbolkan dengan ?, dimana nilai tingkat signifikan tadi dinyatakan dalam prosentase (contohnya ? : lima%, 10% dan lain-lain). Lawan menurut taraf signifikan adalah tingkat keyakinan, yaitu bernilai sebanyak 1 - ?. Misalnya apabila tingkat signifikan sebanyak 5% maka tingkat keyakinan sebanyak 95 %, bila ? Sebanyak 10% maka tingkat keyakinan bahwa hipotesis yg diajukan benar merupakan sebanyak 90%.

Dalam pengujian hipotesis terdapat 2 cara yang bisa dilakukan, yaitu pengujian hipotesis satu arah (One Tail Test) dan pengujian hipotesis dua arah (Two Tail Test). Untuk pengujian hipotesis satu arah dibagi menjadi dua, yaitu pengujian hipotesis satu arah negatif & pengujian hipotesis satu arah positif (tergantung hipotesis cara lain yg diajukan).

D. CARA MENULIS KUTIPAN

Dalam penyajian laporan penalitian umumnya diharapkan catatan yg lazim diklaim catatan kaki. Catatan ini biasa dipakai buat:

- Menunjang informasi, konsep dan gagasan atau kabar tentang asal data, gagasan dan lain-lain yg relevan

- Memberikan penjelasan tambahan mengenai suatu masalahyang dikemukakan pada teks atau buat menjelaskan defenisi kata secara lebih cermat.

Untuk kepentingan keseragaman cara penulisan catatan, perlu diperhatikan ketentuan-ketentuan menjadi berikut:

a. Singkatan-singkatan Ibid, loc.Cit.,op.Cit. Hendaknya nir digunakan.

B. Apabila nama pengarang disertakan dalam teks, ikutilah nama pengarang dengan tahun terbit pada kurung (??.Amran Halim (1970) menyatakan ?)

Jika nama pengarang dinyatakan dalam teks, cantumkan nama pengarang dan tahun terbit dan indikasi koma pada antaranya.

C. Petunjuk page mengikuti tahun terbit, didahului titik dua, tanpa menggunakan singkatan p., pp., atau h. Sebelum nomor page.

? ?Telah dicatat (Alisjahbana, 1057:15-20) bahwa ??

D. Untuk acuan dengan dua pengarang, cantumkanlah nama akhir kedua pengarang, lebih menurut dua pengarang, gunakanlah singkatan dkk.

E. Jika diharapkan lebih berdasarkan satu acuan terhadap pengarang & tahun terbit yg sama, gunakanlah huruf a & b pada akhir tahun terbitsebagai pembeda.

?? Seperti dikemukakan (Chomsky, 1968a)& lalu dipertegas kembali dalam artikellain (Chomsky, 1968b), maka??

F. Untuk peneanda jilid acuan,gunakanlah nomor urut arab & tempatkan angka tadi pada akhir tahun terbit & naikkan ? Spasi;

g. Acuan lebih menurut satu hendaknya dituliskan berturut-turut dalan satu kurung dan dipisahkan menggunakan tanda titik koma.

H. Catatan kaki yg menaruh penjelasan tambahan hendaknya dicantumkan dibawah page loka angka catatan dinyatakan, dengan jarak satu spasi. Nomor catatan adalah nomor urut dan ditempatkan selesainya pertanda baca dan huruf terakhir yang bersangkutan dan dinaikkan ? Spasi.

E. POPULASI DAN SAMPEL

Populasi adalah himpunan individu atau objek yang benyaknya terbatas atau tidak terbatas. Himpunan individu yang terbatas merupakan himpunan individu yang bisa diketahui atau diukur menggunakan kentara jumlah juga batasnya sedangkan himpunan individu yang tidak terbatas adalah himpunan individu yg sulit diketahui jumlahnya wlaupun batas daerahnya kita ketahui.

Sampel adalah sebagian menurut objek atau individu yang dapat mewakili suatu populasi. Secara garis akbar ada dua cara yg dpat dilakukan dalam pengambilan sampel, yaitu:

1. Probability Sampling yaitu cara pengambilan sampel menggunakan memberikan kesempatan yg sama bagi setiap unsure populasi buat dipilih.

Contoh: Suatu populasi terdiri dari 1.000 orang mahasiswa jurusan Geografi. Setiap unsure populasi mempunyai kesempatan yang sama buat dipilih 1/1.000 orang.

Probability Sampling terdiri dari:

a. Sampel rambang sederhana (Simple Random Sampling)

b. Sampel Sistematik (Systematic Sampling)

c. Sampel acak berstrata (Stratified Random Sampling)

d. Sampel Gugus (Cluster Sampling)

e. Sampel Daerah (Area Sampling)

2. Non Probability Sampling yaitu cara pengambilan sampel dengan nir memberi kemungkinan/kesempatan yg sama bagi setiap unsure populasi buat dipilih karena nir diketahui/dikenal jumlah populasi sebebnarnya.

Non probability Sampling terdiri menurut:

a. Sampel Purposif

b. Sampel Kuota

c. Sampel Bola Salju

d. Sampel rute Acak

Pemilihan sampel tergantung dari perkara yg dihadapi, tujuan penelitian, besarnya populasi dan jumlah sampel yg diperluka, waktu dan porto yang tersedia, serta kemudahan buat memperoleh sampel.

F. DATA DAN PENGGOLONGANNYA

Data bisa digolongkan menjadi:

1.1. Berdasarkan sifatnya

? Data kuantitatif yaitu data yg bersifat angka. Data ini biasa berupa nomor -nomor seperti 1,dua,tiga dan seterusnya.

? Data Kualitatif yaitu data yang dinyatakan pada bentuk kalimat juga uraian. Misalnya peneliti ingin mengetahui asal usul energi kerja industry pada Medan dengan memberikan pilihan jawaban:

- Berasal menurut kota Medan

- Berasal dari desa lebih kurang kota Medan

- Berasal berdasarkan luar kota Medan

- Berasal dari luar Sumatera

1.Dua. Berdasarkan Asalnya

? Data Primer yaitu data yg diperoleh langsung dari responden atau objek yg diteliti, atau terdapat hubungannya menggunakan yg diteliti.

? Data Sekunder yaitu data yang sudah lebih dahulu dikumpulkan dan dilaporkan oleh orang atau instansi pada luar diri peneliti sendiri walaupun yg dikumpulkan itu sesungguhnya adalah data orisinil. Data sekunder dapat diperoleh dari instansi-instansi maupun perpustakaan.

G. CARA DAN TEKNIK PENGUMPULAN DATA

1. Data Primer

1.1. Observasi

Observasi adalah cara dan tekhnik pengumpulan data menggunakan melakukan pengamatan & pencatatan secara sistematis terhadap gejala atau kenyataan yg terdapat pada objek penelitian.

Observasi terbagi menjadi dua yaitu:

a. Observasi eksklusif yaitu observasi yang dilakukan terhadap objek pada loka terjadi atau berlangsungnya peristiwa sebagai akibatnya observer berada beserta objek yg diteliti.

B. Observasi tidak pribadi yaitu pengamatan yg dilakukan nir dalam ketika berlangsungnya peristiwa yang akan diselidiki atau objek yang diteliti. Contohnya adalah pengamatan yang dilakukan melalui citra berdasarkan foto udara atau satelit, slide, dan lain-lain.

1.2. Wawancara

Wawancara merupakan suatu metode pengumpulan data dengan cara Tanya jawab yang dikerjakan dengan sistematis dan berlandaskan dalam tujuan penelitian. Pada umumnya 2 orang atau lebih hadir secara fisik dalam proses Tanya jawab.

1.3. Angket

Menurut Dr. Hudari Nawawi, angket merupakan bisnis mengumpulkan liputan dengan mengungkapkan sejumlah pertanyaan tertulis buat dijawab secara tertulis oleh responden.

Dua. Data Sekunder

Data sekunder adalah data yg diperoleh seorang peneliti tidak secara pribadi berdasarkan subjek/objek yg diteliti akan tetapi melalui pihak lain misalnya instansi-instansi/lembaga-lembaga yg terkait, perpustakaan, file perorangan & sebagainya.

H. ANALISIS DATA

Dalam geografi terdapat 4 cara buat menganalisis data yaitu:

1. Analisis data secara statistic

Untuk penenlitian geografi, analisis statistic yg banyak digunakan diantaranya merupakan sebagai berikut:

1. Test Hipotesis

dua. Test Frekuensi Distribusi

tiga. Test Signifikansi

4. Analisis Regresi linier & non linier

5. Analisis Varians & Covarin

6. Analisis Klasifikasi

7. Analisis Faktor

8. Analisis Pola dan Indeks Ruang

dua. Analisis Data dengan Penginderaan Jauh

Penginderaan jauh mengacu pada banyak sekali teknik yg dikembangkan buat memperoleh dan menganalisis liputan mengenai bumi. Informasi tersebut khusus berbentuk radiasi elektromagnetik yang dipantulkan atau dipancarkan berdasarkan bumi.

Dengan memakai penginderaan jauh, para peneliti dapat mengumpulkan data geografi lebih cepat dan sempurna melalui beragam gambaran (image) seperti foto udara, citra radar, foto satelit & sebagainya.

Metode penginderaan jauh dapat dilkukan melalui enam termin yaitu:

1. Perumusan masalah & tujuan

2. Evaluasi kemampuan

tiga. Pemilihan mekanisme

4. Persiapan

5. Interpretasi data

6. Penyajian laporan

3. Analisis Data menggunakan Komputer

Komputer adalah seperangkat alat elektronika yang mempunyai memori dan bisa melakukan perhitungan-perhitungan dengan cepat yang dikendalikan oleh acara. Pada ketika ini analisis data dengan memakai computer sudah lazim dilakukan oleh para peneliti. Dengan mengguakan computer, data bisa dianalisis menggunakan cepat dan sempurna. Seperti apa yg tampak berdasarkan namanya, mesin computer itu dalam dasarnya suatu mesin penghitung.

4. Analisis data secara deskriptif

Analisis data naratif penting dipakai buat menganalisis data yg bersifat kualitatif baik dalam bidang Geografi Social maupun Geografi Fisik.

Dalam bidang Geografi Sosial, analisis data secara deskriptif diharapkan buat menyebutkan kenyataan-fenomena yang bersifat social seperti penyebab terjadinya perpindahan penduduk, istiadat norma suatu suku bangsa dan sebagainya.

Dalam bidang Geografi Fisik analisis data secara deskriptif diperlukan buat menyebutkan kenyataan/gejala-gejala yang bersifat fisik, seperti proses terjadinya erosi, proses pembentukan delta, penyebab pola genre sungai & sebagainya.

I. VARIABEL DAN JENISNYA

Variabel Penelitian dalam dasarnya merupakan segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan sang peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh warta mengenai hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya. (Sugiyono, 2007).Dr. Soekidjo Notoatmodjo (2002)

  • Variable mengandung pengertian ukuran atau cirri yang dimiliki oleh anggota – anggota suatu kelompok yang berbeda dengan yang dimiliki oleh kelompok yang lain.
  • Variable adalah sesuatu yang digunakan sebagai ciri, sifat atau ukuran yang dimiliki atau didapatkan oleh suatu penelitian tentang sesuatu konsep pengertian tertentu.
  • Misalnya : umur, jenis kelamin, pendidikan, status perkawinan, pekerjaan, pengetahuan, pendapatan, penyakit, dsb.
Macam Variabel dalam penelitian dapat dibagi menjadi lima, yaitu:

1. Variabel Independen

Variable ini seringkali diklaim menjadi Variabel Stimulus, Predictor, Antecedent, Variabel Pengaruh, Variabel Perlakuan, Kausa, Treatment, Risiko, atau Variable Bebas.

Dalam SEM (Structural Equation Modeling) atau Pemodelan Persamaan Struktural, Variabel Independen diklaim jua sebagai Variabel Eksogen.

Variabel Bebas merupakan variabel yg mensugesti atau yang sebagai karena perubahannya atau timbulnya variabel Dependen (terikat). Dinamakan menjadi Variabel Bebas lantaran bebas dalam mensugesti variabel lain.

2. Variabel dependen

Sering dianggap sebagai Variabel Out Put, Kriteria, Konsekuen, Variabel Efek, Variabel Terpengaruh, Variabel Terikat atau Variabel Tergantung. Dalam SEM (Structural Equation Modeling) atau Pemodelan Persamaan Struktural, Variabel Independen diklaim jua sebagai Variabel Indogen. Variabel Terikat merupakan Variabel yg dipengaruhi atau yg menjadi dampak lantaran adanya variabel bebas. Disebut Variabel Terikat lantaran variabel ini ditentukan oleh variabel bebas/variabel independent.

3. Variabel Moderator

Variabel Moderator adalah variabel yg mempengaruhi (Memperkuat dan Memperlemah) interaksi antara Variabel Bebas dan Variabel Terikat. Variabel Moderator disebut pula Variabel Independen Kedua.

Contoh hubungan Variabel Independen ? Moderator ? Dependen :

Hubungan motivasi & prestasi belajar akan semakin kuat jika peranan dosen pada menciptakan iklim/lingkungan belajar sangat baik, & interaksi semakin rendah bila peranan dosen kurang baik dalam membangun iklim belajar.

4. Variabel Interpening

Dalam hal ini Tuckman (1988) menyatakan ?An intervening variable is that factor that theoretically affect the observed phenomenon but cannot be seen, measure, or manipulate?.

Variabel Intervening merupakan Variabel yang secara teoritis mensugesti hubungan antara Variabel Bebas menggunakan Variabel Terikat, namun Tidak Dapat Diamati & Diukur.

Variabel ini merupakan variabel Penyela/Antara yg terletak diantara Variabel Bebas & Variabel Terikat, sebagai akibatnya Variabel Bebas nir secara pribadi mensugesti berubahnya atau timbulnya Variabel Terikat.

Contoh :

Tinggi rendahnya penghasilan akan menghipnotis secara tidak langsung terhadap umur asa hayati. Di sini terdapat varaibel antaranya yaitu yang berupa Gaya Hidup seseorang. Antara variabel penghasilan & gaya hidup terdapat variabel moderator yaitu Budaya Lingkungan Tempat Tinggal.

Lima. Variabel Kontrol

Variabel Kontrol merupakan Variabel yang dikendalikan atau dibentuk konstan sehingga interaksi variabel bebas terhadap variabel terikat nir dipengaruhi sang factor luar yang nir diteliti.

Variabel Kontrol sering dipakai oleh peneliti pada penelitian yang bersifat membandingkan, melalui penelitian eksperimental.

Contoh :

Pengaruh Metode Pembelajaran terhadap Penguasaan Keterampilan Pertolongan Persalinan Kala II.

Variabel Bebasnya adalah Metode Pembelajaran, misalnya Metode Ceramah & Metode Demonstrasi. Sedangkan Variabel Kontrol yang ditetapkan adalah sama, misalnya Standard Keterampilan sama, dari kelompok mahasiswa dengan latar belakang sama (tingkat/semesternya sama), dari institusi yang sama.

Dengan adanya Variabel Kontrol tersebut, maka besarnya pengaruh Metode Pembelajaran terhadap Penguasaan Keterampilan Pertolongan Persalinan Kala II dapat diketahui lebih pasti.

DAFTAR PUSTAKA

Arif, Syamsul, 2009: DIKTAT PENGANTAR METODOLOGI PENELITIAN, Fakultas Bahasa dan Seni UNIMED.

Pabundu Tika,Moh.1996: Metode Penelitian Geografi, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

http://www.litagama.org/Metode/variabel.htm

Subscribe to receive free email updates:

Post a Comment

Previous Post Next Post