Penemu Electro-Capacitive Cancer Therapy (ECCT) buat terapi kanker, Warsito Purwo Taruno, memilih buat menyebarkan teknologi antikankernya pada luar negeri, setelah di dalam negeri belum menerima lampu hijau menurut pemerintah. Dua kementerian yaitu Kementerian Kesehatan dan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi masih mengevaluasi teknologi temuan Warsito tadi.

Warsito mengawali menyebarkan teknologi antikanker di mancanegara pada pelatihan internasional ECCT. Dia memulainya menurut Warsawa, Polandia. Pria berkacamata itu berkata, selesainya menetapkan berkarya pada luar negeri, ada perwakilan menurut kementerian yang menghubunginya.

"Ada (yg menghubungi). Sepertinya panik jua, terutama kemenristekdikti. Tapi ya apa boleh buat," kata Warsito pada VIVA.Co.Id, Rabu malam, 10 Februari 2016.

Dia berpandangan perlunya pemerintah segera mengeluarkan anggaran untuk penelitian indera kesehatan & anggaran uji klinis. Aturan ini, kata dia, untuk jaminan proteksi hukum bagi praktik uji klinik dan riset indera kesehatan pada Indonesia.

"Tapi itu nir terdapat di Indonesia. Selama anggaran tidak ada, setiap orang mampu klaim valid apa yang dilakukan oleh para peneliti. Sebaliknya juga, setiap orang mampu klaim tidak valid kalau tidak senang," tuturnya.

Terkait produk perlindungan aturan, Warsito berkata menyerahkan pada pemerintah apakah aturan itu berupa Peraturan Pemerintah atau Peraturan Menteri.

"PP/Permen itu turunan menurut jujur Pasal 38 UU No.36/2009 mengenai penelitian indera kesehatan," kata beliau.

Dalam kesempatan itu, Warsito juga mengkritik perilaku lamban pemerintah atas aturan penelitian alat kesehatan & uji klinis terhadap manusia. Selama 7 tahun, anggaran yang dimaksud itu belum dibentuk sang pemerintah, padahal penelitian & riset klinis terhadap manusia bisa dianggap krusial.

"Dan kita disalahkan lantaran nir mengikuti standar anggaran yg sahih, ad interim aturannya sudah 7 tahun tidak dibentuk," keluh Warsito.

Sebelumnya, Warsito mengumumkan misi pembinaan teknologi ECCT pada luar negeri melalui akun Facebooknya. Keputusan itu diambil setelah beliau mengaku resah menggunakan nasib teknologi antikanker yang beliau kembangkan di dalam negeri.

"Warsawa adalah kota kelahiran Marie Curie, fisikawan, penemu Polon dan Radon, satu-satunya wanita yang meraih Nobel dua kali, pionir radio terapi 100 tahun lebih yang lalu. Sekarang, kami memulai pembinaan ECCT internasional pertama buat pengobatan kanker menurut tempat pertama kali Curie Intitute of Oncology, Warsawa didirikan," tulis Warsito dalam akun Facebooknya.

Setelah menggelar pelatihan di Polandia, ilmu teknologi antikanker Warsito sudah dinantikan-tunggu pada Kanada, Alaihi Salam, Australia, Singapura, Malaysia, Sri Lanka, Rusia, Dubai, Arab Saudi hingga India. (one)

asal: http://m.News.Viva.Co.Id/news/read/734420-warsito-ke-luar-negeri-kemenristekdikti-panik

Subscribe to receive free email updates:

Post a Comment

Previous Post Next Post